Memulai membuat blog ternyata gampang dan tidak sulit. Tinggal memilih provider blog gratisan seperti wordpress.com maupun blogspot.com, create, lalu jadi lah blog. Simple dan tidak merepotkan. Itulah mengapa perkembangan blog semakin signifikan. Disisi lain, CMS bentuk blog ini sudah semakin mudah digunakan, tidak perlu repot-repot lagi untuk memiliki website sendiri dengan membangunnya dari awal.
Namun, yang menjadi kendala adalah bagaimana setelah blog itu ada. Bagaimana mengatur dan memanage blog itu sendiri. Karena dengan menjamurnya blog, tidak menutup kemungkinan, opini mayarakat akan suatu informasi kini telah bergeser ke blog. Karena blog itu sendiri telah merubah gaya hidup seseorang dalam menemukan informasi.
Dalam mengatur sebuah blog, content memiliki porsi yang paling besar. Karena sebuah blog tercermin dari content apa yang disajikan dalam blognya. Sehingga baik buruknya blog bisa tergambar dari baik buruknya content yang disediakan. Dan content itu merupakan materi blog itu sendiri, baik berupa gambar, tulisan, link, dsb. Sehingga content yang seperti apa yang akan disediakan, itu merupakan wajah dari blog kita.
Ketika seseorang ingin meningkatkan performansi blog, content lah yang menjadi ujung tombaknya. Mau bermain SEO, content lah yang menjadi aktornya. Mau membuat isu-isu dunia SARA, content lah yang mengendalikannya. Mau menjual berbagai macam produk dan iming-imingnya, contentlah yang berperan mempropaganda. Content, content dan content.
Sang master content lah yang nantinya akan menjadi master blog. Dengan belajar berbagai macam kekuatan content, maka sebuah blog akan mampu menunjukkan wajahnya. Sehingga tinggal sang pemilik bloglah yang menentukan content seperti apa yang akan ditampillkan dalam blognya. Karena kekuatan blog terletak pada contentnya. Content yang luar biasa.
So, seperti apa seh content yang luar biasa itu !??!!?






Aku cenderung ke blog yg isi contentnya Universal. tidak idealis terhadap satu content saja.. sharing mantap bro….
konten yang konsisten mungkin? betul tidak afwan??
Konten is the king
Susahnya sih kalo gak dapet inspirasi buat nulis
Konten atau muatan yang dahsyat adalah sebuah artikel yang bisa mengguncang dunia. Tapi spt apa ya artikel itu? Tp dari pengalamanku ngeblog selama ini, blog yang rame itu adalah blog yang bermuatkan ‘tips n trick’, ‘tutorial tentang program tertentu’ ‘preview hardware’ dan gossop celeb…dll. | ini hanya menurut pendapatku sajah wan. Tak harus sependap bukan?
salam hangat selalu….
tapi ada sebuah blog yang super duper serius mengupas masalah tertentu tanpa ada ’smile’ sama sekali. nah kalo yang ini gw ogah berkunjung. Bukannya terhibur, malah tambah mumet kepala mlototin monitor
*lagi2 tak harus sependapat wan*
salutt buat postingan kali ini
cOntent blog saya masi seputar kehidupan sehari2 aja
aniwei .. blog-ku pindah ke http://www.michellnaki.blogspot.com yaa
thanx
konten adalah raja, apa begitu bos ??? kalo dibandingin traffic … lebih penting mana menurut anda ???
Salam http://gratisan.110mb.com
menemukan format content yang tepat buat blog butuh proses…..jadi kalau kita tilik sebuah blog pasti akan mencerminkan sebuah perjalanan perubahan…..
hihihi, blog wempi gado-gado
content merupakan core kompetensi kita,
intinya tanyakan masalah kepada ahlinya
content blog saya udah sampai tahap apa ya mas? trus tolak ukur kekuatan sebuah content tuh gimana?
wew
web saya contentnya masih kurang
makasih infonya
Mas Afwan,

untuk halaman posting ini saya ada beberapa pernyataan dan pertanyaan:
a) saya terkecoh, tautan “wordpress” saya duga mengarah ke wordpress.org atau wordpress.com.
b) tautan “content” ternyata mengarah ke home page. apakah memang perlu disajikan berulang kali? ada batas maksimalnyakah?
c) apakah memang perlu memasang banyak kata “content” dengan emphasis/penekanan berulang-ulang sedemikian banyak? jika SEO, apakah memang (masih/benar) berefek?
untuk a dan b saya gunakan plugin SEO smart link yang otomatis akan mengarahkan ke halaman tertentu ketika terdapat tulisan tersebut dan bisa di setting munculnya ….
untuk yang c sptnya densitinya 3-4 % kang untuk SEO … dan tulisan ini saya buat waktu blom mengerti sebanyak apakah tulisannya … dan untuk optimasi keyword pun sebenerny mash bisa gunakan KEI (keyword efektiveness index) jadi memilih keyword apa yang di optimasi bisa dgn menilai KEI … artikelnya silahkan dilihat di sini …
sepertinya buat yang Reply bisa kok … lemot aja kali kang yak
@Basir, jika bukan profesinya atau kompetensinya, masih bisa menyajikan dengan memasang tautan sumber dan referensi, kan? misalnya untuk tulisan tentang kesehatan, tidak harus ditulis oleh perawat atau dokter. tinggal bagaimana pengunjung memandang kredibilitas dan kepercayaan terhadap situs bersangkutan.
tadi make tombol reply, kok gagal ya..apa karena koneksi IM2 memble ini..