Layaknya sayur yang akan terasa enak jika memiliki rasa, apakah asin, manis ataukah pedas. Dengan penambahan garam yang cukup, sebuah masakan akan terasa nikmat di lidah. Tidak beda dengan tulisan yang ditulis disebuah media penulisan. Sebuah tulisan akan berasa jika ada yang mengomentari, apalagi dimedia blog yang sangat memungkinkan seseorang untuk bisa langsung memberikan komentar didalamnya, akan terasa garing ketika tulisannya tidak ada yang mengomentari.
Disisi lain, layaknya sebuah rasa, ada yang menjadikan suatu rasa itu sendiri menghancurkan lezatnya makanan. Jikalau terlalu asin, terlalu pedas, terlalu manis bahkan terlalu pahit orang juga akan mual dibuatnya. Atau bahkan jika rasanya berbeda dengan jenis makanan atau minumannya, seperti minum teh rasa asin, eskrim rasa pahit, permen rasa pahit, juga akan memberikan pandangan yang berbeda.
Yang mungkin bisa dianalogikan dengan sebuah komentar, dimana jika sebuah komentar berlebihan juga akan menghancurkan nilai sebuah tulisan. Ataupun komentar yang mungkin tidak setopik dengan tulisan juga akan memberikan kesan tersendiri bagi sang penulis.
Lalu apa seh yang berperan, agar sebuah komentar yang muncul banyak yang membangun, bukan malah menghancurkan !??
Saya sendiri juga tidak bisa menyimpulkan secara pasti, tetapi dari pengalaman Blogwalking, saya mendapati blog-blog yang isi komentarnya cukup membangun. Sehingga kalau ditarik dari sana, hal itu antara lain :
- Tulisan yang mengajak pengunjung untuk berdiskusi,
Artinya di akhir sebuah tulisan ada sebuah statement yang bisa merangsang keikutsertaan pengunjung dalam masalah yang diangkat. Tidak hanya sebatas tulisan yang diakhiri dengan kalimat yang biasa saja, yang mungkin disini pengunjung akan merasa seolah memberikan kontribusi buat tulisannya jika sebuah tulisan bisa mengajak pengunjung untuk berdiskusi. - Tulisan yang tidak menggurui,
Hal itu bisa terlihat dari tulisan yang lebih mementingkan bahwa dialah satu-satunya orang yang tau masalah itu & orang lain tinggal nurut saja. Hal itu juga tercermin dari tulisannya yang menggunakan istilah-istilah yg nggak manuasiawi, tulisan yang meremehkan, tulisan yang menyombongkan diri, dsb. - Tulisan yang enak dibaca,
Wew…. kalau masalah enak tidaknya itu relatif, karena setiap orang memiliki cita-rasa tersendiri. Tapi, kebanyakan orang akan suka jika dia dimanja, artinya seseorang akan memberikan perhatian ketika sebuah tulisan akan memanjakan dirinya, seperti dengan emotion-emotion luthu, tulisan yang tidak terlalu panjang, tulisan yang berkesan, memiliki jalan cerita yang runtut, dsb.
Memang komentar bukanlah segalanya, akan tetapi komentarlah yang akan mengoreksi siapa diri kita, bagaimana tulisan kita, bagaimana jalan pemikiran kita. Yang jikalau hal itu bisa membangun kenapa nggak !?!?
Dan ketika sebuah komentar itu membangun, akan senantisa terasa bukan hanya bagi penulis, tapi juga bisa dirasakan oleh orang lain yang membacanya.
Dan saya pun tidak suka dikatakan sebagai seorang MASTER dalam hal ini. Karena memang tulisan yang saya angkat bukanlah sebuah teori menulis sang MASTER. Sehingga, seharusnya lebih banyaklagi komentar yang membangun untuk tulisan ini.
Well, komentarlah sebelum dikomentari …..
Lalu, mau komentar yang membangun atau menghancurkan ?!?!?!




Komentar memang saya selalu inginkan dalam Blog saya, dari situlah kita bisa saling kenal walau masih terbatas secara online, dan mudah miudahan bisa sampai kopdar
wah tulisan saya blom ada apa2 nya nie.., masi amburadul.., harus belajar banyak ni.., thx sharingnya mas..
menulis tanpa meberikan kesempatan untuk dikomentari sama saja monolog

sama saja kita bertetiak di ruang kosong rasanya, gemanya lebih keras dari jeritan kita sendiri
sungguh pilu! pasti ga ada yang pengen deh posting tanpa komentar, –apapun komentar itu!
Saya juga sangat menghargai sebuah komentar, bro. Kadang semakin banyak komentar yg dateng, bikin kita tambah semangat buat nulis lagi. Secara gak langsung dengan adanya komentar, kita tau, topik yang kita angkat dapet respon dari pembaca.
Mengenai komentar yang gak sesuai topik, gak isa ngomong deh.
Kadang ada beberapa komentar dalam postingan kita, yang langsung aja bikin kita tau, si pemberi komen gak sepenuhnya baca postingan kita, ato malah cuman baca judulnya doang udah ngerasa tau isi postingannya. Padahal blum tentu loh
wah halo mas, saya baru bikin blog, mohon bantuanya ya
oh iya rasanya dapat komen pertama seneng banget hehe
walopun baru satu komen, tp membuat semangat nulis
pokoknya musti buat tulisan yang bermutu supaya dapet komentar yang membangun hee
btw thanks buat ilmunya mas
Saya suka di komentarin jadikan akan ada intropeksi diri n’ intropeksi dalam penulisan…
mang kadang tulisan saya banyak kurang berbobotnya … yach tapi itu lah saya…
komen
yah gitu deh
Klo saya ada komentar aja udah seneng banget … apalagi komentar yang membangun … wew, langsung masuk blogroll dah yang koment
Emang agak gimana gitu klo dibilang master … padahal yang maksudnya biasa aja ya
Komen bagiku mrupakan inspirasi dan semngat untuk trus berkarya..
@ Sebuah tulisan akan berasa jika ada yang mengomentari,
> Karena itu saya hadir
@ agar sebuah komentar yang muncul banyak yang membangun,
>Yah isi tulisan yg dikomentari jga harus ada. Seperti tulisan ini. Meski hanya membahas masalah komentar tapi ada isinya ngak ngelantur dan bukan hayalan. Sehingga dibaca ampe habis dan tdk sepotong2. (Itu– kata saya yg baru belajar ngeblog Mas– Ngak usah dihirauin).
kalau saya lebih senang mendapat komentar cercaan dan hujatan. tapi selama ini kebanyakan dapat sebaliknya…
hiks
saya pernah berkomentar melebihi postingan seseorang. gak masalah kan? yang penting berbagi. karena itulah blog
Mas afwan…artikel-artikel nya emang nendang banget dech
cocok nie buat blog ku yang masih ‘meraba-raba’ di jagad blogosphere…maturnuwun,mas!
ditunggu artikel2 selanjutnya..
komentatr OOT aja deh… hahaha
mantep bener, blog kalo gak ada pengunjung ya sepi, hehehe
hihihih saya pernah asal komen aja dulu,, topic lain komen ntah kemana
Wah.. Kalo di sini pasti baca, soalnya tulisannya emang mantap_mantap.. Aku pikir kang afwan ini bakal jadi blogger yg emang bener2 blogger nih..hehehe..
Oia, jadi inget dulu nih, wktu masih d WP.com, bnyak nulis tntang cewe/perempuan/wanita.. Skrg belum yah..he5x..
ya enak kalo ada comentar yang buanyak lah bos, secara saya kalo buat kopi kalo gak pekat gak dapat feel-nya je…
ayo berkomen-komen ria
sory nambahin kelupaan
theme header-nya itu mirip menu-nya Mac OS X leopard.finder-nya ya kalo gak salah ?
buat saya pastinya seneng dapet komentar, ndak masalah komentarnya apa aja … secara komen yang nggak-nggak, udah ada bang akismet yang handle
makin banyak komentar, blog kita makin di segani (komentar yang membangun)
terima kasih wawasannya. ini sangat bermanfaat bagi saya yang baru seumur jagung. tapi, saya sangat percaya, mereka yang rela meluangkan waktunya untuk ngeblog, pasti memiliki idealisme. ini yang menjadi modal dasar bagi mereka untuk set-up paradigma berpikir.
ketika bloggernya semakin baik paradigma berpikirnya, dunia blog bisa semakin sehat dan cerdas. pada gilirannya ini menjadi kekuatan buat bangsa ini tumbuh lebih baik diantara bangsa2 yang ada.
mari kita mulai dari diri kita masing2. apakah itu pada saat posting, leave a comment &berbagai bentuk komunikasi yang mungkin ada…
wah kira2 tulisan di Blog Aya gmn ya…???
*mikir mode on*
ga ada komen sebetulnya gak masalah, tp berarti ga ada feedback dari pembaca walaupun kita tau ada saja yg membaca.. hehe
harusnya membangun biar tetep eksis blognya.. dan ya biar ga males posting buat si punya blog..
apalagi tulisan saya paling banter maksimal hanya 5 paragraph, itupun mau 2 jam baru bisa selesai.. mesti banyak belajar lagi nih. btw blog ini di nurfajri.net udah sy add, link balik ya………
seharusnya sih komentar bisa membuat kita makin terbangun dengan kritik-kritik yang diberikan oleh komentator….. jadi menurut saya, komentar itu tetap membangun….
hmmm dulu waktu saya masih blogging di Blogspot, saya menutup komentar, karena memang isinya seperti catatan harian. Namun sejak saya melihat banyak blog-blog bagus, dan juga komentar yang bagus, membuat saya iri dan ingin juga dikomentari. Makanya saya pindah ke domain sendiri dan pakai WP.
Komentar itu memang beragam dan kadang komentar yang OOT pun bagus untuk selingan. Ada komentar yang membuat kita tambah berpikir, lalu menjadi bahan postingan baru. Ada komentar yang lucu sehingga membuat saya terbahak-bahak membacanya. Dan dari hubungan posting-komentar itu juga terjalin hubungan empunya blog dan pengunjung yang akrab.
Saya sendiri salut akan ide Afwan san yang mereview blog-blogger…sepertinya ada saja idenya.
Saya tunggu posting berikutnya loh.
Salam
EM
Maju Terus…!!!
Kayaknya sih tergantung si mut si komentator nya deh, kalo lagi bete pasti yang menghancurkan, tapi kalo lagi seneng pasti yang membangun, huahahahaha
Komentar adalah esensi. Warna hidup. Mecin, penambah rasa. Atau bumbu sayuran.
Dulu berbeda dengan sekarang. Apa yang aku tulis tidak perlu mencerminkan apa yang aku harapkan. Komentar tidak harus berbanding lurus dengan panjangnya tulisan.