posted on January 28th, 2009 by afwan auliyar @ tips Wordpress

Media blog sebagai media menulis, memang memudahkan seseorang untuk menulis dan mempublish sebuah tulisan. Dengan tuisan itulah seseorang bisa bebas berkreasi, mempublikasikan ide, membuat kegaduhan, membuat onar, membuat sesuatu yang membangun sekaligus menghancurkan juga. Ditambah lagi, dunia internet seperti black box, yang hampir identitas dan aturan main didalamnya tidak terkait. Artinya semua arus informasi bisa bebas berkeliaran, tinggal siapa yang mengakses dan apa yang diakses.

Dari situlah, sebuah tulisan yang diangkat dalam media blog terkadang mengandung usur yang tidak bertanggung jawab. Bagi seorang blogger, tentu akan terasa berbeda sekali antara menulis sebuah tulisan dan hanya sekedar mempublish tulisan. Ketika seseorang menulis sebiah tulisan, logika, emosi, karakter seorang penulis akan masuk kedalam tulisannya. Karena orang yang pertama membaca tulisannya, adalah dirinya sendiri. Berbeda dengan sekedar mempublish sebuah tulisan yang sudah ada, entah darimana mendapatkannya.

Seorang blogger yang belajar, harusnya memiliki karakter sebagai penulis, bukan sebagai pempublish. Walaupun pada akhirnya apa yang kita tulis akan kita publish, namun ketika fase penulisan itu dilewati seorang blogger, maka dia akan belajar bagaimana menulis dengan gaya bahasanya dia sendiri, mengangkat tulisan dengan alur berpikirnya dia sendiri.

Walaupun terkadang sekedar mempublish itu juga bukan merupakan suatu kesalahan, karena rule dalam dunia blogsphere terkadang memang tidak jelas. Dengan hanya mempublish orang akan sangat cepat apa dalam membuat sebuah tulisan, karena memang source tulisannya sudah ada. Ada beberapa hal yang mengklasifikannya : 

  1. Mempublish yang berasal dari tulisan user lain , jasa penulisan dll artinya tulisan itu memang sudah diperuntukkan untuk blog kita. Memungkinkan tidak terdapat double content/ tulisan yang sama, walaupun mirip-mirip dikit.
  2. Mempublish dari tulisan copas, tulisan orang lain artinya kita mencomot sebagian atau seluruhnya content yang sudah ada. Sehingga memungkinkan terdapat double content/tulisan yang sama.

Wew, sekali lagi kenikmatan seorang blogger adalah mengungkapkan ide dari kepalanya sendiri dan menuangkannya dalam sebuah tulisan. Ketika seseorang melewati tahap itu, maka momen-momen berharga seorang blogger akan terlewati, dan kenikmatan pun akan hilang, akhirnya blogger tidak bisa menikmati dalam melakukan aktivitas di blogsphere.

So, mau menikmati ngeblog dengan menulis atau sekedar mempublish tulisan tanpa kita bisa menikmati prosesnya ?!?




36 Responses to “Menulis dan mempublish”
munawar am berkata :

kalau saya; blogging itu menulis, menulis dan mempublish tulisannya sendiri; sejauh ini masih mempublish tulisan sendiri dan saya cukup menikmatinya dari awal sampai akhir.

harianku berkata :

menulis memang menguji kreasi kita dalam mengembangkan pokok bahasan yang ada, meskipun terkadang saya kehilangan ide :P

Bang Aswi berkata :

Lebih baik menulis dulu….

Adhit berkata :

Lebih baek Menulis dan mempublish…d samakan :D

dean berkata :

Menurut saya menulis adalah kreatifitas yang kita tuangkan dan bisa menghasilkan uang. terlebih tulisan kita bisa menjadi sebuah buku.

Casrudi berkata :

Betul Mas… saya pilih yg pertama.
Menurut saya menulis di blog adalah memadukan antara ide di kepala dgn pengetahuan yg ditebar oleh teman blogger yg lain. Perpaduan yg langka, sisi lain kita bebas mengungkap ide, sisi lainnya sambil menangkap ide.

Leave a Reply
Blog ini menggunakan KeywordLuv, untuk mengoptimalkan keyword anda masukan : NamaAnda@keywordAnda, pada kolom Nama.

CommentLuv Enabled


Top Keyword :


mempublish wordpress ke google, mempublish website, cara mempublish tulisan di wordpress, cara mempublish website, mempublish wordpress, cara mempublish web, cara mempublish web ke dalam internet,