Media blog sebagai media menulis, memang memudahkan seseorang untuk menulis dan mempublish sebuah tulisan. Dengan tuisan itulah seseorang bisa bebas berkreasi, mempublikasikan ide, membuat kegaduhan, membuat onar, membuat sesuatu yang membangun sekaligus menghancurkan juga. Ditambah lagi, dunia internet seperti black box, yang hampir identitas dan aturan main didalamnya tidak terkait. Artinya semua arus informasi bisa bebas berkeliaran, tinggal siapa yang mengakses dan apa yang diakses.
Dari situlah, sebuah tulisan yang diangkat dalam media blog terkadang mengandung usur yang tidak bertanggung jawab. Bagi seorang blogger, tentu akan terasa berbeda sekali antara menulis sebuah tulisan dan hanya sekedar mempublish tulisan. Ketika seseorang menulis sebiah tulisan, logika, emosi, karakter seorang penulis akan masuk kedalam tulisannya. Karena orang yang pertama membaca tulisannya, adalah dirinya sendiri. Berbeda dengan sekedar mempublish sebuah tulisan yang sudah ada, entah darimana mendapatkannya.
Seorang blogger yang belajar, harusnya memiliki karakter sebagai penulis, bukan sebagai pempublish. Walaupun pada akhirnya apa yang kita tulis akan kita publish, namun ketika fase penulisan itu dilewati seorang blogger, maka dia akan belajar bagaimana menulis dengan gaya bahasanya dia sendiri, mengangkat tulisan dengan alur berpikirnya dia sendiri.
Walaupun terkadang sekedar mempublish itu juga bukan merupakan suatu kesalahan, karena rule dalam dunia blogsphere terkadang memang tidak jelas. Dengan hanya mempublish orang akan sangat cepat apa dalam membuat sebuah tulisan, karena memang source tulisannya sudah ada. Ada beberapa hal yang mengklasifikannya :
- Mempublish yang berasal dari tulisan user lain , jasa penulisan dll artinya tulisan itu memang sudah diperuntukkan untuk blog kita. Memungkinkan tidak terdapat double content/ tulisan yang sama, walaupun mirip-mirip dikit.
- Mempublish dari tulisan copas, tulisan orang lain artinya kita mencomot sebagian atau seluruhnya content yang sudah ada. Sehingga memungkinkan terdapat double content/tulisan yang sama.
Wew, sekali lagi kenikmatan seorang blogger adalah mengungkapkan ide dari kepalanya sendiri dan menuangkannya dalam sebuah tulisan. Ketika seseorang melewati tahap itu, maka momen-momen berharga seorang blogger akan terlewati, dan kenikmatan pun akan hilang, akhirnya blogger tidak bisa menikmati dalam melakukan aktivitas di blogsphere.
So, mau menikmati ngeblog dengan menulis atau sekedar mempublish tulisan tanpa kita bisa menikmati prosesnya ?!?




saya menikmati menulis pak guru.. *unjuk2 tangan*
Kalo saya seneng nulis apa adanya saja..
klo saya msuk dua2nya nih mas.. yg mempublish jga, ya mnulis jga…
Iya, menulis emang lebih asik ketimbang mempublish.
Aku juga lebih suka menulis ketimbang mempublish.
Tapi terkadang kalo mentok nulis dari hasil mikir sendiri, aku coba nyari ide dari orang lain terus aku olah dengan gaya bahasaku sendiri. *nggak punya gaya kaleee* Hehehe…
Yang pasti kalau sudah ngeblog .. sebelum publish dilihat dulu tilisannya .. apa ada salah ketik ato apa
Saya suka menulis. Jika ada bahan dari tulisan orang lain, ya diungkapkan dengan bahasa sendiri, gaya sendiri kayak Gie bilang.
kalo sayah, ada dua, 1. meng-copy, lalu meng-edit lalu mempublish. 2. menulis dan mem-publish (ini yang agak males)
Saya tulis dulu baru mempublish, percuma juga khan dah capek2 nulis kalo gak dipublish?
kalo saya menulis, dan mecoba… tpi kadang2 nulis doank c.
mantaph post nya
Menulis itu aktivitas yang menyenangkan. Maka biarlah itu menjadi aktivitas yang senantiasa menyenangkan, apakah itu sebagai penulis ataukah sebagai pem-publish, selama si-empunya blog tetap merasa menyenangkan.
Salam kenal.
menulis ada gairah sendiri. merangsang, sekaligus mengejakulasikan dengan publish..he he
@iman brotoseno
ternyata hal itu juga bisa membuahkan embrio-embrio
@putrichairina
suatu saat ketika ngeblog tidak dinikmati, maka akan merasa bosan juga
@subhan
wew…. makasih dah berkunjung
@orangndut
yup betul skali
ketika seseoang menulisa, maka ketika tulisannya di pblish sungguh kenimkatan tersendiri lho
@Iwan Susanto
wekekeeee….. gpp kang
kan gak da yang salah !?!? cuman kadang kurang nikmat kang
@hevi.fauzan
gaya bahasa sendiri juga boleh
yang penting buah dari pemikiran sendiri akan mengahasilkan kenikmatan yang berbeda
@Permana Jayanta
bener bagt mas
ya sekali-kali kepeleset tulisannya juga nggak papa
@GiE
stiap orang punya gaya sendiri-sendiri
semakin berbeda tulisan kita semakin nikmat rasanya
@Ardy Pratama
beda nggak rasanya mas ?!?!
@Starwrite
apa adanya juga yang penting nulis
@thegands
saya kirain kamu menikmati yang lainnya
Proses menulis, dimulai dari pencarian ide sampai proses penuangannya ke dalam bentuk tetulis itulah yang membuat sebuah tulisan menjadi bernilai lebih
pastinya abis ditulis dipublish dnk
tulisan sendiri kayaknya ada kepuasan yang tidak bisa diungkapkan mas
saya masi newbie si.., jadi seringnya mempublish.., tp, mempublish dengan cara pandang saya tentunya..
memang paling puas kalau bisa menulis
sayangnya, kadang ndak pede dengan tulisan sendiri
ato lagi ndak ada ide tentang yang akan ditulis
jadi pilih mempublish
kadang kalo dah kehabisan ide,,,saya biasanya nulis asal aja….ntar baru dipikirnn mau dibawa kemana,, btul gk sih pola nulisnya tuh,,hehheehe
nulis dong…
Hooo Jelas enakan dengan proses dunk Maz..Kan ada sense yang wah gitu..
Kita menikmati dan mengembangkan kemampuan menulis serta pemilihan kata kita..
Ya kalo tulisan saya sich masih acak acakan ga tau mana bahasa baku ga tau mana bahsa gaul dan ga tau juga mana bahasa katrok…
Hhohohoh Salam….
klo menulis, mempublish dan beriklan bgimana cui ??? hehee
menulis seperti sudah jadi sarapan pagi buat saya.
Sebenernya lebih suka “mempublish” tulisan sendiri kecuali bila ada tulisan orang yang menurut saya menarik dan penting diketahui umum biasanya dengan sengaja saya bublish di blog saya..:D
saya nulis-suka-suka…. kalo pas suka ya nulis.. pas gak suka ya gak nulsi
salamd ari malang
kadang2 gak enak juga menulis tapi ternyata cuma sekadar suasana hati. maunya nulis ttg sesuatu yang besar yg bisa memberi efek besar pada pembacanya.. sayang, blog lbh banyak dianggap sbg buku diary.. pa kbrnya, mas?
saya menulis dunkz
gw dua duanya ajje dehh
Saya juga mau nulis, tapi masih belajar2 nulis Mas..
penginnya sih bisa jadi penulis.. hehe…
mudah2an prosesnya kesana
tulis yang dipikiran aja lebih menikmati
**Menulis dan mempublish**
—-»Menulis atau Mempublish ?
——————-
Saya lebih setuju kalo tahapannya begini :
MENULIS –» MENYUNTING –» MEMPUBLISH..
Tapi, tahapan tersebut di era sekarang ini, Saya pikir dah gax baku lagi …
—————————-
Mao MENULIS silakan ….
Mao MENYUNTING silakan ….
Mao MEMPUBLISH silakan ….
—asal jangan plagiat——
—————————-
Nah, kalo Saya untuk saat ini (dlm ngeblog) krn msh belajar, Saya lebih enjoy dengan MENYUNTING tulisan-tulisan yg dah ada (source dr mana aza) kemudian MEMPUBLISnya.
Untuk MENULIS sendiri masih belum mampu memenuhi kuantitas dan kuantitas konten blog sesuai perencanaan ngeblog Saya.
Seandainya dipaksakan pun pasti akan menjadi SAMPAH-SAMPAH DIGITAL.
——–
Kecuali untuk buku harian, Saya termasuk Penulis yg produktif lho… He..he…
—————————-
Salam,