Menulis dan pikiran, ternyata keduanya tidak bisa dipisahkan. Orang menulis karena pemikiran, bisa jadi juga menulis merupakan pikiran seorang blogger untuk bisa menyajikan yang terbaik. Mana yang menjadi kendala seseorang ketika dia menginginkan untuk menulis sebuah kontent dalam blognya ?!? Apa yang dia cari dengan tulisan tersebut ?!.
Orang menulis karena pikiran dia selalu menulis. Artinya dia senantisa merasa bahwa menulis itu adalah pikirannya dia. Menjadi beban karena merasa harus ada yang ditulis. Menulis sudah menjadi pikiran yang membebani hidup. Lalu apa itu salah ?!? Ternyata nggak juga, Karena ini merupakan alasan yang mampu memacu seseorang untuk semangat dalam mencari ide-ide kreatif tentang apa yang akan ditulisnya.
Menulis karena pemikiran mereka. Maksudnya ketika seseorang memiliki pemikiran-pemikiran tertentu, barulah dia menulisnya. Berbagai macam pemikiran bisa dia tuliskan, karena media blog saat ini telah menjelma menjadi media alternatif dalam menulis. Bisa jadi pemikiran tersebut mampu membangun motivasi orang lain untuk menulis dsb. Lalu apa yang akan terjadi jika pemikiran tersebut tidak ada ?!?. Secara otomatis menulis pun akan berhenti. Dan akhirnya media blog pun akan terlantar.
Sehingga untuk bisa menjaga kontiunitas tulisan bisa diambil daur hidupnya seperti ini : menulis karena pikiran -> memunculkan pemikiran-pemikiran danĀ ide -> menulis karena pemikiran dan ide -> jika ide habis, maka kembali ke -> menulis karena pikiran.
Memang aktivitas menulis kadang bisa menjadi hambatan dan kadang bisa menjadi kekuatan untuk memunculkan kreativitas, karena dengan menulis semua potensi kita bisa dipakai dalam mencari ide, memunculkannya dan menuliskannya sehingga orang lain mengetahui ide kita.
So, masih mau menulis !?






yup sobat
yg sedang kukumpulkan adalah
ruh menjadi penulis itu sendiri
kudu sering-sering baca dulu sebelum nulis biar nggak kekurangan ide
that is a great chat
tulisssss….tulissssss.dan….tulisssss