Jangan terpaksa menulis tetapi harus, itulah sebuah ungkapan yang memiliki 2 maksud. Bukankah sepintas hal itu sama ?! antara terpaksa dan keharusan !?!?. Ada hal yang membedakan antara keduanya, yakni motivasi. Sebuah motivasi yang mendorong seseorang untuk menulis, dan itu bisa berasal dari mana saja.
Ketika seseorang memutuskan sesuatu apapun, pastilah dia memiliki dorongan untuk melakukannya baik dari lingkungan maupun dari diri sendiri. Begitu pula, ketika seseorang memutuskan untuk menulis, maka dia juga memiliki dorongan untuk bisa melakukannya. Bisa disebut juga sebagai motivasi seseorang untuk menulis.
Ketika seseorang menulis dengan terpaksa, maka dorongan itu berasal dari luar dari lingkungan. Dorongan yang menginginkan kita untuk menulis. Namun, disisi lain manusia itu selalu egois, dan ketika motivasi yang dari luar semakin banyak, maka kondisi kejiwaan seseorang semakin tidak nyaman, stress dan merasa terkekang jiwanya. Sehingga ketika menulis dengan terpaksa, hasilnya pun tidak akan maksimal. Tulisannya hanya sekedarnya saja dsb.
Lain halnya ketika, motivasi itu datang dari dalam diri sendiri. Menulis karena saya harus menulis, itulah motivasi yang berasal dari dalam diri sendiri. Dengan adanya motivasi dari dalam diri itulah, seseorang bisa berkreasi dengan maksimal. Ketika diterapkan dalam menulis pun, hasilnya tidaklah mengecewakan, menghasilkan karya yang maksimal nantinya. Itulah pentingnya motivasi dari diri sendiri.
Disisi lain, orang beranggapan kalaupun tidak ada motivasi dari diri untuk menulis, maka ya sudahlah berhenti dulu nulisnya !?!?. Motivasi dari diri sendiri pun tidak akan pernah muncul kalau tanpa kita latih. Motivasi diri sendiri membutuhkan jalan “keterpaksaan”. Itulah yang nantinya mengubah dari “keterpaksaan” menjadi suatu “keharusan”.
So, ketika seseorang ingin menulis, janganlah terpaksa menulis, tapi harus menulis.
Janganlah menggap tulisan yang bagus itu akan datang dalam sekejap, tanpa adanya kontiunitas dalam menulis.
janganlah memikirkan hasilnya, tapi lihatlah ini sebagai proses.
Jadikanlah motivasi dari luar menjadi dorongan untuk meningkatkan motivasi dari diri sendiri.
So, mau menulis dengan terpaksa ataukah menulis karena suatu keharusan !?!?






menulis menurut reza nggak udah dipaksakan juga , yang penting pernah menulis he..he..he
tp kadang..
biarpun d otak dah kpikiran mo nulis apa..
tp tangannya males..
g bisa d ajak kompromiT_T
aq masi newbie banget di dunia blog tetapi aq tidak putusasa untuk menulis di postinganku,aq ingin selalu berkarya,
Kadang terpaksa juga biar tetep update
)
bener tuhhh kalo nulis jgn terpaksa kalo dipaksa jadi gak muncul idenya. buntu, mandeg, mengalir aja apa adanya *halah* hehe
Huhuhu, kemarin sebenarnya saya sudah kasih komen, tapi karena tiba-tiba listriknya mati pas lagi loading, jadinya belum sempat masuk deh.
(
Anyway, memang menulis seharusnya tidak karena terpaksa. Hanya saja, untuk menumbuhkan kebiasaan menulis pemaksaan itu perlu. Kita harus memaksa diri sendirin untuk membiasakan menulis. Setelah dipaksa barulah akan menjadi terbiasa dan menulis bakal terasa sangat mudah.
)
Menulis dari hati itu buat saya kuncinya, motivasi dari luar adalah bonus yang memompa semangat yg sudah ada atau dimunculkan dari diri sendiri
mungkin menulis karenaa Passion..bagaimana cara memelihara passion itu, urusan lain he he
Untuk yang belum terbiasa menulis sih awalnya “harus dipaksakan”, kalau sudah terbiasa, pada akhirnya akan menimbulkan “motivasi dari dalam”, dan akhirnya menulis pun dapat mengalir seperti air…
Alhamdulillah saia masih diberkahi ide buat nulis
Bener Mas Afwan … Harus …Tapi bisa juga Karena terpaksa, akhirnya Jadi terbiasa …
yay!hidup MENULIS!!!
hebat tulisannya, afwan.
setuju bahwa motivasi intrinsik itu lebih kuat dorongannya dibandingkan motivasi ekstrinsik, karena yang terakhir ini akan tergantung pada faktor luar dirinya untuk memulai sesuatu, dan ia hanya akan bekerja bila dapat dorongan.
nah, kalau tidak? maka ia akan diam saja tanpa ada dorongan untuk berbuat dari dalam diri.
Saya terpaksa ninggalin komen deh…
menulis bisa mengubah dunia
harus sihh .. biar dapet gaya penulisan yang paling oke buat sayah , slama inih masi meraba2 niyy
lagian kalo abis menulis , kan jadinya lega karna uneg2 uda dikeluarkan ^0^
kalo diriku kok menulis tergantung jari
kalo jari sakit… ngak bisa nulis dong
gadis rantau datang ntuk belajar menulis. bukankah belajar ngisi komentar juga kreativitas pembelajaran?
betul sekali itu. POKOKNYA HARUS MENULIS!