posted on August 11th, 2010 by afwan auliyar @ tips Wordpress

Optimasi Blog dengan cacheOptimasi blog selalu berhubungan dengan performansi blog itu sendiri. Tidak jarang para pengguna blog yang menginginkan blognya teroptimasi dengan baik. Terutama dalam hal kecepatan akses. Dan itu tidak dipungkiri dengan semakin cepat akses blog kita, maka akan semakin baik dimata user. Salah satu cara mengakali untuk optimasi kecepatan akses blog adalah dengan cache.

Cache ibaratnya adalah halaman statis yang diciptakan oleh blog, dimana hala tersebut bakal sering diakses oleh user. Contoh ketika pengungjung user masuk kehalaman x.html dari sebuah blog, maka blog tersebut akan menerjemahkan beberapa query ke database baru kemudian hasilnya ditampilkan ke pengguna. Hal tersebut akan memakan waktu yang cukup lama. Dengan cache setiap halaman yang dicari, query tersebut tidak usah menuju ke database namun cukup ditampilkan hasil cachenya saja.  Hal itu akan mengoptimasikan blog anda dan mempercepat kinerja sekaligus mengurangi beban di server.

Beberapa plugin yang powerful untuk optimasi blog denga cache adalah :

  1. WP Super Cache
  2. DB Cache Reloaded
  3. AskApache Crazy Cache

Menggunakan plugin seperti WP Super Cache akan menyimpan output dari permintaan pengunjung blog sebagai file HTML statis dan ketika halaman tersebut diakses lagi, server tidak perlu menterjemahkan kode PHP dan melakukan query database lagi, hanya perlu menampilkan file HTML statis yang telah di-cache sebelumnya. Sehingga blog akan lebih optimal terutaman dalam hal kecepatan akses.

Sedangkan DB Cache Reloaded membantu meningkatkan kinerja blog WordPress dengan melakukan optimasi query MySql yang dilakukan oleh WP Super Cache. Jadi DB Cache Reloaded bertugas membantu dan mempercepat WP Super Cache menghasilkan halaman HTML statis.  Dan AskApache Crazy Cache akan bertugas untuk memastikan ketersediaan cache sehingga ketika pengunjung mengakses blog, cahce tersebut telah tersedia. Tentu plugin-plugin yang ini akan optimal jika bergabung dengan WP super cache.

Sehingga optimasi blog dengan cache akan sangat membantu dalam hal memepercepat akses blog. Namun disisi lain user akan melihat blog tersebut akan statis, sehingga perlu disetting agar cache yang dibuat tidak terlalu lama. Normalnya adalah 5-10 menit waktu yang dipakai untuk cache jika blog tersebut cukup update.


41 Responses to “optimasi blog dengan cache”
Jackysan dari Jackysan Lombok berkata :

saya pernah menggunakan w3 total cache.. selain fasilitasnya banyak, kelebihannya yang paling mumpuni adalah untuk membuat CDN dengan Subdomain nya langsung, sehingga mempercepat loading blog…

Menggapai Impian berkata :

kalau buat optimasi pada blogspot bisakah ?? dan bagaimana caranya.

Leave a Reply
Blog ini menggunakan KeywordLuv, untuk mengoptimalkan keyword anda masukan : NamaAnda@keywordAnda, pada kolom Nama.

CommentLuv badge


Top Keyword :


cache html, memasang cache wordpress, website dengan cache, trik super cache, optimasi resource query agar, belajar cache mysql query, cara optimasi query wordpress, optimasi chache blogger, tips and trik optimasi blog di wordpress, http://www.afwan.net/optimasi-blog-dengan-cache.html, cache blog, optimasi query, optimasi statis adalah, gimana cara trik, optimasi blogspot, plugin w3tc cache bikin space hosting bengkak, optimasi kecepatan blog, mengakali cache html, optimasi kecepatan wordpress, optimasi database dengan wp cache, mengapa blog saya ga ke cache oleh google, wp super cache dan db cache reaload, memory use pada db cache reloaded, cara optimasi w3 chace, plugin wordpress yang membuat hosting bengkak, optimasi cache wordpress, super tips wordpress, super cache db reload cache, w3 total cache digabung dengan db reload, optimasi plugins w3 total cache, cara mengakali 404.php agar menuju halaman google, cara optimasi memory di blog wordpress, optimasi wordpress.org, www.blogiztic.com, agar blog sering diakses, optimasi wp super cache, optimasi cahce, cache blog adalah, optimasiblog, Membuat pasang cache blog, Membuat Cache Blog,