Strategi SEO yakni bagaimana agar keyword yang dibidik menempati urutan strategis dalam search engine. Dimana Google saat ini masih merajai dalam search engine. Banyak strategi SEO yang dijalankan ketika mau mengoptimalkan keyword di search engine. Tentu kesemuanya tidak terlepas dari SEO onpage dan SEO offpage. Jika mau membandingkan kira-kira efek yang dihasilkan dari kedua strategi ini lebih signifikan yang mana ?!?. Onpage kah atau off page kah ?!?.
Strategi onpage dilakukan terhadap blog/website sendiri. Dimana pada strategi ini, blog disulap untuk bisa mendayagunakan segala potensi untuk memberikan informasi terhadap keyword yang dituju. Strategi onpage lebih beroirentasi pada penyerangan search engine terhadap keyword tersebut. Apa yang bisa dirubah dalam strategi onpage ini ?!. Bisa dari meta keyword, title, tags, description, alt dan title pada gambar, title pada link, bold pada keyword yang dibidik, perbesar atau perkecil tulisan. Strategi onpage ini lebih mengarahkan website/blog untuk siap tempur diajang search engine.
Strategi offpage dilakukan diluar blog/website sendiri. Strategi offpage ini lebih bersifat support dan bahkan menjadi inti support dalam mendongkrak keberadaan blog di search engine. Strategi offpage bisa dilakukan dengan link building, baik menggunakan submit ke directory, link exchange ke teman, iklan review untuk mendulang link, lomba yang memberikan linkback ke blog penyelenggara, dsb. Strategi ini bisa dikatakan sebagai support sistem, namun seringkali yang namanya support sistem bisa menjadi penentu naik/turunnya blog kita di mata search engine.
Nah, berapakah prosentase yang biasanya dilakukan para SEO’ers sekalian dalam melakukan strategi onpage dan strategi offpage ?!?
Sulit sekali mengukur prosentasenya, namun jarang sekali jika strategi onpage dan offpage seimbang atau offpage lebih kecil dari onpage. Strategi onpage bisa dilakukan sekali dan offpage harus dilakukan berkali-kali lipat untuk bisa mendorong posisi di search engine. Hal itu dilakukan karena posisi SERP tidak akan pernah statis, selalu berubah-ubah. Sehingga dengan onpage yang bisa dikatakan strategi yang statis, maka butuh dukungan dari strategi offpage yang lebih dinamis.
Namun benarkah strategi SEO 25% onpage dan 75% offpage sudah mencukupi untuk bisa survive di posisi strategis search engine ??
Adakah yang lebih ideal dari strategi SEO dengan 25% onpage VS strategi SEO dengan 75% offpage ?!?





[...] Strategi SEO, 25% onpage vs 75% offpage [...]
Wah, makasi infonya nih. .
Blogwalking dpet ilmu. .
Xoxo,
-Creamy-
Baca juga blog creamy .. baby blue
Great article, thanks.
wah saya malah ga ngerti mas…. diulas dong mas, jadi kira-kira gimana? memang 25% dan 75%? atau bisa 50-50 % ? trus gimana caranya utk bisa seperti itu?