Setiap hidup akan selalu berbenturan dengan tantangan, dalam kondisi apapun. Dan setiap tantangan selalu menghasilkan resiko yang harus diterima bagi seseorang. Semakin banyak dia bertahan dengan resiko dari setiap tantangan yang dia hadapi, seseorang akan semakin terlatih dan dewasa dalam menyikapi kehidupan ini. Dalam mengahadapi tantangan setiap orang akan bermacam-macam menyikapinya. Ilustrasi yang paling mendekati dalam menghadapi tantangan secara sederhana seperti pendakian gunung.
Alkisah ada 3 orang yang ingin mendaki sebuah gunug. Tentu terbanyang bagaimana kondisi pegunungan. Dalam perjalanannya, ketika sampai di kaki gunung, salah seorang berkata “kok sepertinya saya tidak sanggup buat mendakinya”. Dan orang itu pun berhenti di kaki gunung, sisalah 2 orang lainnya dan 2 orang tadi meneruskannya kembali untuktetap mendaki diatas. Ketika dalam perjalanan, karena medan yang cukup terjal, mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak. Ketika akan melanjutkan lagi, seorang lagi berkata “Masih jauhkah perjalanan kita ?!?!, sepertinya puncak masih tinggi disana. Saya cukup sampai disini sajalah”. Walaupun dengan bujuk rayu tipu, tetapi seorang ini tetap bertahan untuk tidak mau melanjutkan. Akhirnya tinggal 1 orang yang berangkat. Dengan kesendiriannyalah dia akhirnya mendaki gunung dan samapi jualah dia di puncak.
Terjalnya gunug dan tingginya merupakan tantangan, dan 3 orang tadi mengilustrasikan penyikapan kita terhadap tantangan tersebut. Lalu mana yang terbaik, yang harus dipilih dalam menyikapi tantangan ?!?!
Orang yang pertama, dia bersikap mundur terlebih dahulu. Orang kedua, dia bersikap berangkat dengan kemampuan dan berheti ditengah jalan. Orang ketiga meneruskan perjalanan sampai kepuncak.
Sebenarnya, setiap apapun tantangannya tidak selalu harus maju melangkah. Hal itu tergantung dari apa yang dia cita-citakan dan tujuan. Ketika memang tantangan yang didepannya bukan tujuan dan cita-citanya, bersikap memutuskan menyerah dan memutuskan berhenti ditengah-tengah bisa jadi itu lebih baik. Sedangkan ketika tantangan itu terdapat tujuan dan cita-citanya, bersikap maju dan mencapai puncak haruslah dilakukan.
Sehingga, seorang blogger pun memiliki resiko dan tantangan yang berbeda-beda. Ketika memang tantangan itu akan menjadikan tujuannya tercapai, kenapa nggak harus dilalui. Tinggal bagaimana penyikapan seorang blogger terhadap cita-cita dan tujuannya dia berblogging ria.






hehe.. bener tantangannya itu seperti lembah-lembah di gunung yg banyak jurang curamnya, belum lagi udara ekstrim, binatang melata yg bikin gatel , ke WC susah.. tp saat mencapai tujuan, sepiring mi instant pun terasa nikmat. pemandangan di bawah menjadi kita legaaaaa luar biasa. BTW tau gak tujuan naik gunung itu apa? buat sy naik gunung itu tujuannya hanya satu : Kembali pulang dg selamat dan tidur di kasur empuk dan hangat di rumah.. hehe..
yah, begitulah… hidup blogger!!!!
tantangannya cari warnet yang bagus dan murah biar ngeblog enak
harus berani menerima tantangan dong ya…
jadi intinya blogger juga harus mempertimbangkan setiap tindakannya
harus berani nerima tantangan
salam,
Tantangan paling berat dari seorang blogger adalah keistiqomahannya/ keajegannya dalam mengupdate blognya.
Mantap!! Salam super
berani menerima tantangandan anuan (idiot)
yayaya… Kalau urusan mendaki gunung serahkan sama gw wan, secara gw paling suka dengan aktivitas climbing… *dulu saat masiy muda*
Tantangan terbesar blogger adalah, bagaimana sebuah blog yang dikelolanya mampu memberikan manfaat bagi orang lain dan mampu menghasilkan lembaran dollar untuk kita pribadi.
Jadi intinya sebuah blog yang bagus akan memiliki azas manfaat dan dapat dijadikan ladang penghasilan
Bagaimana menurut sahabat Afwan??
yang penting terus maju menggapai cita-cita mas
hidup…!
tanpa tantangan tiada berarti..!
indahnya hidup karena ada tantangan